Cerita Warga Pilih ke SPBU Shell Usai BBM Pertamina Naik: Harganya Stagnan

Jam : 07:34 | oleh -114 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Harga BBM subsidi dan nonsubsidi resmi naik mulai hari ini. Beberapa warga lebih memilih ke SBPU Shell dengan alasan kualitas dan harga yang tidak berbeda jauh.

Seperti salah satu warga bernama Azar (22). Dia memutuskan beralih dari BBM subsidi ke Shell mulai hari ini.

“Beralih sih pasti beralih karena kalau menurut saya lebih bagus, udah gitu bedanya nggak terlalu jauh dengan Pertamina,” kata Azar saat ditemui di SPBU Shell Antasari 1 Gas Station, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2022).

Azar menyanyangkan kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi tersebut. Menurutnya, pelayanan yang diterimanya di SPBU Shell juga cukup memuaskan.

“Kalau saya sih lebih ke pelayanannya kalau misalnya saya bayar nggak sebanding dengan pelayanamnya saya juga males. Peralihannya kan saya baru hari ini ya,” tuturnya.

Azar mengaku kecewa dengan harga BBM yang selalu berubah. Sementara, di Shell menurutnya harga BBM stagnan.

“Nggak stabil (BBM harganya). Regulasinya juga terlihatnya tumpang tindih nggak jelas gitu kalau di sini (Shell) kan stagnant,” ucapnya.

Berbeda dengan Azar, warga lainnya, Ali (32) mengaku sudah terbiasa menggunakan Shell. Sehingga dia tak mempermasalahkan harga BBM naik.

“Sebelumnya memang ngisi di Shell, kebetulan memang biasa ngisi di Shell sih. Soalnya kalau yang lain harganya nggak stabil. Kalau ini kan kita udah tau lah harganya karena harganya lebih pasti lah,” ujar Ali.

Ali mengatakan dirinya sudah rutin menggunakan Shell sejak tahun 2012. Dia mengaku lebih puas menggunakan Shell dibanding menggunakan BBM untuk bahan bakar kendaraannya.

“Kebetulan saya ngisi di Shell terus dari 2012. Kalau untuk motor saya pakai super kalau untk mobil saya pakai v-power nitro,” ucapnya.

Harga BBM Naik

Presiden Jokowi sebelumnya buka suara soal kenaikan harga BBM subsidi. Menurut Jokowi harga BBM subsidi akan mengalami penyesuaian.

“Mestinya uang negara itu diprioritaskan untuk subsidi masyarakat yang kurang mampu. Dan pemerintah saat ini harus buat keputusan dalam situasi sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM,” kata Jokowi dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9).

“Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini dapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” tegas Jokowi.

Berikut rincian kenaikan harga BBM:

-Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter.
-Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter.
-Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter. (d.c/Yudi)