Cerita Mencekam Javier Roca Lihat Fans Meninggal di Tangan Pemain saat Tragedi Kanjuruhan

Jam : 21:25 | oleh -85 Dilihat
Pelatih Arema Javier Rocha Menceritakan Pengalaman Tragis dalam Tragedi Kanjuruhan
Pelatih Arema Javier Rocha Menceritakan Pengalaman Tragis dalam Tragedi Kanjuruhan

Jakarta, ToeNTAS.com,- Pelatih Arema FC, Javier Roca, bercerita kepada media Spanyol tentang kengerian saat tragedi Kanjuruhan, Sabtu malam (1/10/2022). Insiden tersebut telah menyebabkan setidakanya 125 orang meninggal dunia.

Seperti diketahui, kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah Arema FC kalah 2-3 dari musuh bebuyutannya Persebaya Surabaya. Insiden bermula saat sejumlah fans Arema turun ke lapangan untuk meluapkan kekesalannya. Namun kehadiran mereka berusaha dihalau oleh petugas keamanan. 


Kericuhan semakin memburuk setelah polisi mulai menembakkan gas air mata. Penonton yang panik berusaha menyelamatkan diri hingga menyebabkan penumpukan di pintu-pintu keluar. Suasana semakin tidak terkendali. Sejumlah penonton tak berdaya setelah terhimpit dan terinjak-injak penonton lain.  

Javier Roca yang menangani Arema FC masih sempat menghadiri jumpa pers singkat usai pertandingan. Namun setelah kembali ke ruang ganti, pelatih asal Cile itu segera sadar ada sesuatu yang tak beres. 

Tidak semua pemain berada di ruang ganti. Sebagian ternyata memilih bertahan di lapangan. 

“Sepulang dari jumpa pers, saya pun melihat tragedi,” kata Roca kepada Cadena Ser.

“Para pemain lewat dengan korban di tangan mereka. Hasil pada akhirnya menentukan apa yang terjadi. Kalau kami bermain imbang, setidaknya ini tidak akan terjadi,” ujar Roca menambahkan.

Dalam perbincangan dengan Cadena, Roca menilai polisi telah bertindak di luar batas. Situasi bertambah buruk mengingat kondisi stadion yang tidak siap dalam mengantisipasi kericuhan pada malam itu. 

“Ternyata stadion belum siap, mereka tidak menyangka terjadi kekacauan seperti ini. Belum ada kejadian seperti ini di stadion, dan itu berantakan karena banyaknya orang yang ingin melarikan diri,” tambah Roca.

“Saya pikir polisi melampaui batas mereka, meskipun saya tidak berada di luar sana dan tidak mengalami apa yang terjadi. Tapi melihat gambar, mereka bisa menggunakan teknik lain. Tidak hasil, seberapa penting pertandingannya, yang setara dengan kehilangan nyawa manusia,” beber Roca. (lip6.c/wara).