Berkedok Pengobatan Alternatif, Pesulap Hijau Cabuli Ibu Muda di Aceh

Jam : 21:50 | oleh -75 Dilihat
Ilustrasi Pencabulan
Ilustrasi Pencabulan

Aceh, ToeNTAS.com,- Seorang dukun warga Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, berinisial BT (48) yang dijuluki sebagai pesulap hijau diduga melakukan pencabulan terhadap pasiennya saat melakukan pengobatan alternatif.

Peristiwa tersebut terungkap saat lima orang ibu muda yang jadi korban meminta bantuan ke Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh untuk melaporkan pelaku ke polisi.

Staf Operasional LBH Banda Aceh, Farah, menyebutkan berdasarkan keterangan korban yang mengadu ke pihaknya, BT diduga melakukan tindakan pelecehan hingga pencabulan setelah pasien yang datang ke tempatnya dihipnotis dengan dalih bisa mengangkat penyakit. “Pasien itu dihipnotis, lalu ditarik dan dibawa ke dalam kamar. Di sana pesulap hijau melakukan aksinya,” ujar Farah kepada wartawan, Kamis, 6 Oktober 2022.

Kronologi pencabulan itu berawal saat pesulap hijau meyakinkan para korban bahwa BT mengetahui penyakit apa yang dialami oleh pasiennya. Lalu, dia menawarkan pengobatan alternatif asalkan korban mau datang ke tempatnya untuk penyembuhan.

Korban yang yakin akan pengobatan itu, lantas mendatangi kediaman BY. Di sana, pasien diminta untuk ganti baju dengan pakaian serba hijau yang sudah disediakan oleh pesulap hijau. Pada pertemuan pertama hingga kedua, korban hanya diberikan air putih. “Pasien disuruh ganti baju dengan kain warna hijau yang disediakan. Setiap mau mengobati pasien harus pakai baju itu dulu, terus pertemuan pertama dan kedua obatnya cuma air putih,” ujar Farah.

Sedangkan di pertemuan ketiga, BT biasanya menghubungi korbannya melalui telepon. Saat itu, BT menyebut dirinya waliyullah dan korban disebut oleh BT terpilih atas petunjuk waliyullah. Sehingga, korban harus berhubungan badan dengannya karena dengan cara itu penyakit yang diidap korban bisa sembuh. Bahkan beberapa korban sempat menolak ajakan itu, namun BT mendatangi kediaman korban secara tiba-tiba, lalu memegang kepala korban hingga tidak sadarkan diri. Di saat itu, BT melancarkan aksi bejatnya.

“Dipertemuan ketiga dan seterusnya si pesulap hijau ini menelpon pasien dengan meminta agar pasien tersebut mau berhubungan badan. Ada yang menolak tetapi tetap didatangi oleh BT dan dihipnotis,” kata Farah.

Ancam Korban BT bahkan mengancam pasiennya jika tidak menuruti kemauannya, penyakit korban tidak akan sembuh dan akan dibuat semakin parah oleh pesulap hijau melalui gaib. Menurut Farah, dari informasi yang mereka dapatkan, korban lainnya juga banyak dari sejumlah desa di Kabupaten Pidie. Namun, takut untuk melaporkan karena BT mengancam bagi siapa saja yang melaporkan dirinya. Pesulap hijau alias BT ini juga sudah melakukan praktik tersebut sejak tiga tahun lalu. “Kami juga dapat informasi, banyak korban lainnya dari berbagai desa juga turut jadi korban. Kita sudah melaporkan kasus ini pada September lalu dan sedang didalami polisi setempat,” ujarnya.(viva/wara).