5 Fakta Siti Aisyah Tilap Miliaran Duit Mahasiswa Bogor Kini Tersangka

Jam : 08:06 | oleh -33 Dilihat
Siti Aisyah Nasution tersangku penipuan yang rugikan ratusan mahasiswa di Bogor
Siti Aisyah Nasution tersangku penipuan yang rugikan ratusan mahasiswa di Bogor

Bogor, ToeNTAS.com,- Siti Aisyah Nasution membawa kabur uang miliaran rupiah milik ratusan mahasiswa di Bogor Raya. Wanita berusia 29 tahun itu menawarkan kerja sama investasi di toko online kepada para mahasiswa dengan iming-iming keuntungan 10 persen.

Namun kenyataannya, keuntungan tak pernah didapat oleh para korban. Yang ada para mahasiswa kini terjerat pinjaman online (pinjol) lantaran Siti Aisyah Nasution mempersyaratkan para korban untuk meminjam uang lewat pinjol agar keuntungan bisa dicairkan.

Alih-alih memberikan keuntungan yang dijanjikan, Siti Aisyah Nasution justru kabur setelah menilap uang para korban. Uang para mahasiswa itu digunakan Siti Aisyah Nasution untuk keperluan pribadinya hingga menutupi utang-utangnya.

Siti Aisyah Nasution dilaporkan oleh setidaknya 331 orang di Polresta Bogor dan 116 orang di Polres Bogor. Siti Aisyah kemudian ditangkap polisi di Ciomas, Kabupatem Bogor dan telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut sejumlah fakta tentang penipuan Siti Aisyah Nasution yang kami rangkum Sabtu (19/11/2022).

Polres Bogor resmi menetapkan Siti Aisyah Nastuion (SAN) sebagai tersanka kasus penipuan dan penggelapan. Siti Aisyah terancam 4 tahun penjara atas perbuatannya itu.

“Dari fakta hukum yang diperoleh penyidik dalam proses penyidikan yang dilakukan, kami sudah menetapkan satu orang tersangka atas nama SAN dengan persangkaan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat jumpa pers di kantornya, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jumat (18/11/2022).

Siti Aisyah ditampilkan polisi dalam jumpa pers. Ia memakai baju tahanan dan tangan diborgol. Selama jumpa pers Siti Aisyah Nasution terlihat menunduk dan menangis.

Duit Mahasiswa Dipakai buat Bayar Utang
Total kerugian akibat tipu daya Siti Aisyah mencapai Rp 2,3 Milyar. Selain untuk membayar cicilan utang para korban yang sebagian besar adalah mahasiswa, Siti Aisyah juga menggunakan untuk kepentingan pribadi hingga cicilan mobilnya.

“Jadi kesemua uang hasil dari kejahatan ini, digunakan untuk gali lobang tutup lubang. Yang kedua, untuk kehidupan dia pribadi, makan dan lain lain, dan setiap makan dengan calon korban, dia beliin minum, dia yang bayarin makan, ketemu di kafe dan lain-lain. Ketiga, uang digunakan ada yang untuk cicilan, baik mobil maupun utang pinjol tadi,” beber Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro.

Beli Mobil Pakai Duit Mahasiswa
Selain untuk menutupi utang-utangnya, Siti Aisyah Nasution juga menggunakan uang para mahasiswa untuk kepentingan pribadi. Salah satunya adalah memeli mobil.

“Untuk uang hasil kejahatan digunakan pelaku untuk kebutuhan pribadi, sebagian lagi digunakan untuk beli kendaraan bermotor dan sebagian lagi untuk tutupi utang (pinjol) dari korban, jadi gali lubang tutup lubang,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin Jumat (18/11/2022).

Mobil itu dibeli dengan cara kredit. Sedangkan untuk membayar biaya cicilan setiap bulan, pelaku menggunakan uang yang dikuasai dari korban dengan total kerugiannya mencapai Rp 2,3 miliar.

Tiga Modus Siti Aisyah
Siti Aisyah menipu para mahasiswa dengan seolah-olah menawarkan investasi di sebuah toko online yang diklaim miliknya. Siti Aisyah Nasution meminta para korban untuk belanja di toko online tersebut lalu meminta korban untuk membayar pembelanjaan ke rekening digitalnya.

“Pinjaman online itu ada yang tidak mengakomodasi pencairan langsung, kemudian pelaku menyiasati yang tidak cair langsung itu dan bisa cair kalau ada transaksi, ini kemudian disiasati dengan cara seolah-olah bertransaksi jual beli di toko online, lalu kemudian diambil dalam bentuk uang,” terang Iman.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro menambahkan, sedikitnya ada 3 modus yang dilakukan Siti Aisyah untuk menguasai uang dari korban-korbannya.

“Pertama, dia meminta si korban untuk melakukan pinjaman online. Setelah cair, bagi pinjol yang bisa dicairkan, dia minta ditransfer langsung ke pelaku. Nanti keuntungan bagi hasil 10-15 persen. Itu yang pertama, langsung transfer,” kata Yohanes kepada wartawan.

Modus kedua, menggunakan market place yang diakui milik dia (pelaku). Cara yang kedua adalah dengan gesek tunai.

Sedangkan untuk modus ketiga, kata Yohanes, pelaku membuat “akun dompet online”. Para korban kemudian diminta mengirim uang dari rekening aplikasi belanja online ke nomor khusus “dompet online milik pelaku.

“Modus ketiga, si tersangka ini punya akun kaya dompet online gitu. Langsung ditransfer ke situ,” tambahnya.

Cari Korban Lewat Seminar
Polisi mengungkapkan cara SAN, tersangka penipuan berkedok investasi bodong, bisa mengenal ratusan mahasiswa di Bogor. SAN pernah menyelenggarakan seminar dan mengumpulkan para mahasiswa tersebut.

“Pelaku pernah menyelenggarakan satu kegiatan semacam seminar, yang itu mengumpulkan para mahasiswa. Dimana di antara penggeraknya itu senior-senior dari mahasiswa tersebut,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Kamis (17/11/2022).

SAN kemudian menawarkan skema bisnis tertentu kepada para mahasiswa. Dia sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Kemudian di acara seminar tersebut, pelaku menjelaskan bagaimana skema serta sistem bisnis yang ditawarkan,” ujarnya.

SAN mengenal senior para mahasiswa yang menjadi korban. Di seminar tersebut, kemudian dia mengajak para mahasiswa mengikuti skema bisnis tersebut.

“(SAN) mengenal senior dari mahasiswa yang jadi korban, kemudian mengadakan acara (seminar) dikumpulkan para korban ini, terus diberikan lah penjelasan sama si tersangka ini,” ungkapnya. (d.c/Endah)