PD Kritik KAI soal Penumpang Sengaja ‘Bablas’, Minta Pengawasan Diperketat

Jam : 09:16 | oleh -124 Dilihat
ilustrasi penumpang kereta
ilustrasi penumpang kereta

Jakarta, ToeNTAS.com,- KAI Daop 1 Jakarta mencatat ada 58 temuan penumpang yang sengaja bablas dari stasiun tujuan sejak awal tahun 2023. Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho mengkritik pengawasan KAI.

“Kalau temuannya sejak Januari ke Juli itu artinya KAI bukan kecolongan, tetapi lalai dalam pengawasan penumpang itu sendiri,” ujar Irwan kepada wartawan, Kamis (3/8/2023).

Kejadian ini, jelas Irwan, sangat merugikan pendapatan KAI. Selain itu, dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan penumpang lainnya di dalam kereta api.

“KAI harus bisa menertibkan hal ini,” jelas Wasekjen Partai Demokrat ini.

Irwan setuju dengan kebijakan baru KAI untuk memberlakukan denda serta blacklist sebagai sanksi kepada penumpang yang sengaja bablas dari stasiun tujuan. Namun, ia berharap pengawasan terhadap penumpang kereta lebih diperketat lagi.

“Pengawasan yang ketat dan sanksi yang tegas saya yakni akan menghentikan penumpang sengaja bablas ini,” tutur Irwan.

Dia mengatakan pengawasan dapat dilakukan langsung di dalam kereta hingga pembenahan sistem tiket.

“KAI harus membangun sistem pengawasan yang komprehensif artinya bukan hanya pengawasan petugas di tiap gerbong saat kereta berhenti tetapi juga mekanisme ticketing yang otomatis mengatur bisa tidaknya naik turun penumpang saat sengaja bablas. Contohnya saat ada penumpang sengaja bablas maka otomatis penumpang tersebut tidak bisa gunakan tiketnya untuk berhenti di tujuan selanjutnya,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, pejabat Humas Daop 1 Feni Novida Saragih mengatakan, berdasarkan data Costumer Service On Train (CSOT) melalui Pusat Pengendali Pelayanan (Pudalyan), ditemukan 58 kasus penumpang yang sengaja bablas di waktu berangkat ataupun tiba di kota tujuan.

“Untuk keberangkatan maupun kedatangan KA-KA dari dan ke Jakarta, tercatat ada 58 kasus kelebihan relasi sepanjang Januari hingga akhir Juli 2023,” kata Feni dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (3/8/2023).

Feni mengungkapkan modus yang dipakai berbagai macam. Salah satunya dengan sengaja membablaskan diri.

“Banyak sekali ragam modus yang dilakukan oleh penumpang yang ‘dengan sengaja’ tidak segera turun di stasiun yang tertera pada tiket, di antaranya sengaja beranjak dari kursinya saat berhenti di stasiun, dengan alasan ke toilet dan bahkan ada yang dengan sengaja berlama-lama di kereta makan,” jelas Feni. (d.c/Fitri)