Cerita soal Altaf Senior Mahasiswa UI Keringetan Usai Bunuh Zidan

Jam : 10:39 | oleh -88 Dilihat
Altaf membunuh mahasiswa UI
Altaf membunuh mahasiswa UI

Jakarta, ToeNTAS.com,- Altafasalya Ardnika Basya (23) tega membunuh juniornya, mahasiswa jurusan Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI), Muhammad Naufal Zidan (19). Altaf sempat tampak berkeringat usai membunuh Zidan.

Sebagaimana diketahui, pembunuhan itu terjadi di kamar kos korban di Jalan Palakali Raya, Kukusan, Beji, Depok, sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu (2/8/2023).

Altaf yang awalnya mengantar pulang korban ke kosnya usai kuliah. Pelaku menikam korban berkali-kali dengan pisau lipat yang sudah disiapkan di jok sepeda motor. Padahal keduanya sempat ngobrol di dalam kamar kos.

Berdasarkan keterangan polisi, sebelum Altaf melakukan pembunuhan itu dia sempat berpura-pura hendak pulang. Pada saat korban Zidan lengah itulah pelaku mengeluarkan pisau dan menusuk korban. Korban ditusuk sebanyak 10 kali.

“Setelah berada di dalam kamar kos, pelaku dengan korban ngobrol-ngobrol. Pada saat pelaku mau pulang, pelaku langsung mengeluarkan pisau dari kantong celananya, selanjutnya ditusukkan ke bagian badan korban,” kata Wakasat Reskrim Polresta Depok AKP Nirwan Pohan, Sabtu (5/8/2023).

Berkeringat Usai Membunuh
Setelah mengeksekusi korban, Altaf pulang ke kos dalam kondisi berkeringat. Hal ini diceritakan oleh teman Altaf.

“Pas Kamis pagi jujur nggak ada (perilaku aneh) ya, cuma di waktu malam hari ini berdasarkan yang diceritakan di press conference kan katanya terjadinya dua hari yang pembungkusan itu terjadi Kamis. Nah di Kamis malam saya sudah posisi di kamar di atas jam 10,” ujar teman satu kos Altaf, Akbar (22), kepada wartawan di Kukusan, Beji, Depok, Minggu (6/8).

“Pelaku datang tiba-tiba buka pintu kamar dan basa-basi, namun dengan keadaan badan yang berkeringat gitu karena kalo nggak salah dia pake baju warna putih jadi keringatnya keliatan jelas,” lanjutnya.

Akbar mengatakan Kamis malam tak ada kecurigaan dari raut wajah Altaf. Sebelumnya juga Altaf tak menginfokan akan pergi ke mana.

“Kamis malam, dari raut wajah nggak ada kecurigaan. Karena itu aja sih keringet di baju, nggak ada keliatan panik. Itu jam 12 lebih itu. Oh nggak ada kalau Kamis (info mau ke mana),” ujarnya.

Akbar mengatakan, saat peristiwa pembunuhan Zidan, Altaf mengenakan baju berwarna hitam.

“(Sweater putih) nggak ada, setahu saya hari Rabu itu keluar pake kaus hitam, kaus yang ada di CCTV, oh iya yang itu sweater. Dan jaket putih itu nggak saya lihat selama bertemu dengan dia,” ungkapnya.

Akbar mengatakan tak melihat barang bawaan Altaf setelah membunuh Zidan. Altaf, menurut Akbar, sempat menawarkan makanan ke penghuni kos.

“Nah itu posisi dia balik Rabu sama Kamis itu saya udah di dalam, apa yang dia bawa ke dalam sini tuh kita nggak lihat. Kita cuma denger dia bilang ‘gua bawa makanan nih’,” ungkapnya.

Kesaksian Penjaga Kos
Penjaga kos tempat Altaf tinggal juga menyampaikan kesaksiannya. Altaf disebut membuang sweater putih bercak darah Zidan ke sela tembok kosan.

“Waktu hari Rabu sih emang dia pake sweater putih, pas kemaren penyelidik di sini dibuka, terus ibu lihat memang sweater putih itu yang kena darah darahnya terus dibungkus di plastik, dibuang di sela-sela situ,” ujar penjaga kos, Sunarsih kepada wartawan di Kukusan, Beji, Depok, Minggu (6/8/2023).

“Pas penyelidik datang sih pengen dibuang jauh, tapi belum sempat. Gitu ngakunya,” katanya.

Sunarsih mengaku belum pernah melihat Zidan datang ke kosan Altaf. “Kalau itu ibu belum pernah liat (Zidan). Belum lihat sama sekali. Belum pernah, kemungkinan dulunya waktu pertama kali pernah, cuma ibu nggak lihat. Selama ini nggak pernah ke sini lagi,” ungkap Sunarsih. (d.c/Yugi)