Cak Imin Minta Gaji Kader PKB dan NU Diserahkan ke Rohingya

    0
    110
    Advertisement

    Jakarta, ToeNTAS.com,- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan telah menginstruksikan anggota partainya untuk memberikan gaji di bulan September kepada etnis Rohingya di Myanmar.

    Cak Imin, sapaan Muhaimin, juga sudah meminta kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk melakukan hal yang sama dalam rangka membantu etnis Rohingya yang mengalami kekerasan, pengusiran, hingga pembunuhan.

    “Baik itu pegawai negeri, anggota DPR, DPRD, bupati, wali kota, gubernur bahkan menteri, saya minta untuk memberikan gajinya satu bulan,” kata Muhaimin di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Minggu (3/9).

    “Kalau perlu itu tukang sapu di kantor PKB juga 10 persennya disisakan untuk dikirimkan ke Rohingya,” tambahnya.

    Uang yang nanti terkumpul, kata Muhaimin, akan dibelikan makanan, obat-obatan, peralatan medis, serta pakaian dan kebutuhan lain yang dibutuhkan etnis Rohingya.

    Muhaimin juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa agar membuka akses bantuan yang akan dikirim pihaknya kepada etnis Rohingya di Myanmar. Dia menyarankan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi agar mendesak PBB untuk membuka akses ke Myanmar.

    Selain itu, Muhaimin menyarankan agar PBB membentuk pasukan khusus untuk diterjunkan ke Myanmar, khususnya di wilayah pengungsian etnis Rohingya.

    “Membentuk pasukan dari PBB yang berupa pasukan kemanusiaan,” kata Muhaimin.

    Menurutnya, pasukan itu harus mengawal pemberian bantuan yang diberikan dari berbagai pihak, baik itu negara-negara ASEAN, Asia, termasuk bantuan yang digalang partainya.

    Muhaimin juga berharap PBB segera mengusut tuntas kasus kekerasan yang selama ini menimpa etnis Rohingya. Sebab menurutnya, kekerasan terhadap masyarakat Rohingya sudah beberapa kali terjadi.

    Dia menambahkan, hal itu perlu dilakukan agar diketahui siapa dalang dan motif konflik yang sesungguhnya. Dengan demikian, etnis Rohingya tidak akan kembali mengalami kekerasan.

    Muhaimin mengaku selama ini pihaknya turut mencari fakta terkait krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Namun sayangnya, dia selalu gagal karena kurang mendapat dukungan.

    “Terakhir ini malah terjadi kekerasan puncaknya. Oleh karena itu upaya setahun terakhir harus ditindaklanjuti oleh semua kalangan,” ujarnya. (cnn.c/ado)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here