JPN Ajak Orang Tua Lindungi Anak Dari Kekerasan Fisik dan Psikis

    0
    132
    Advertisement

    Jakarta, ToeNTAS.com,- Ketua Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) Julia Putri Noor mengajak para orang tua untuk melindungi anak-anaknya dari tindakan kekerasan.

    Menurut Julia, sangat penting masyarakat luas diberikan sosialisasi dan pemahaman tentang bahaya yang mengintai anak-anak dari lingkungan terdekat juga pengenalan pendidikan seksual.

    Bukan hanya itu, masih kata Julia, sangat penting juga anak-anak diberikan pengetahuan bagaimana cara-cara para pelaku kejahatan anak dalam menjerumuskan anak-anak.

    Selain itu, bagaimana cara mencegah melalui tanggung jawab diri juga bagaimana cara menghindar secara spontan saat ada ciri ciri perbuatan dan firasat yang mungkin ditemui dalam keseharian dimana pun berada

    “Sangat penting anak-anak diberikan pengetahuan tentang bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali orangtuanya,” katanya kepada wartawan ToeNTAS.com.

    Komentar yang sama juga diungkapkan Sekjen JpN Swastiningsih.

    Menurut Swasti, sekarang ini orang tua harus extra hati-hati dalam menjaga buah hatinya dan yang terpenting diberikan pengetahuan bagaimana cara melawan orang yang berniat jahat kepadanya.

    “Karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kita jaga mereka agar tidak menjadi korban kekerasan, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan psikis,” tukas Swasti.

    Komentarnya diamini oleh Bendahara Umum JPN Muhammad Nawir, SE. Dikatakan olehnya, lebih baik mencegah daripada mengobati.

    “Akan sangat sulit mengobati korban kekerasan baik itu kekerasan fisik maupun psikis,” terangnya.

    Tolak LGBT

    Sementara itu, disinggung mengenai hangatnya pembahasan LGBT di DPR, JPN dengan tegas menolak LGBT.

    Menurut Julia, LGBT itu merupakan sebuah penyakit masyarakat yang harus diobati. Namun LGBT jangan dijauhi namun dirangkul.

    “Jangan hina LGBT. Namun rangkul mereka dan lakukan pendekatan keagamaan,” tegasnya.

    LGBT, kata Julia, tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di Indonesia. Yang terpenting, LGBT sangat merusak moral.

    “LGBT sangat merusak moral,” tandasnya.

    Swasti pun mengatakan hal serupa. LGBT jangan dijauhi apalagi dihina karena mereka manusia juga yang butuh kasih sayang.

    “Cara yang bisa ditempuh untuk melawan eksisnya LGBT adalah dengan undang-undang,” katanya.

    Lebih lanjut Julia mengatakan bahwa JPN menolak LgBT. JPN pun meminta agar masyarakat tidak mendukung keberadaan LGBT. (Inge Thirta/Dea/Deb),-

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here