Belum Juga Temukan Nurhadi cs, Ini yang Akan Dilakukan KPK

0
138
Ali Fikri
Ali Fikri
Advertisement

Jakarta, ToeNTAS.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua PNS Pengadilan Negeri Surabaya sebagai saksi dalam kasus gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) 2011-2016. Penyidik mendalami keterangan para saksi terkait dengan adanya dugaan penerimaan uang dari Hiendra Soenjoto dan beberapa pihak terkait

“Saksi yang hadir terkait dengan PNS PN Surabaya atas nama Surachmad dan Gunawan. Keterangannya terkait dengan pemeriksaan dugaan suap dan gratifikasi perkara di MA 2011-2016,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).

Meski pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus ini terus berjalan, KPK hingga kini belum dapat menemukan Nurhadi cs. Ali mengatakan timnya akan melakukan evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam upaya mencari Nurhadi cs.

“Tadi evaluasi kegiatan di Surabaya, Tulungagung, Surabaya, kemudian Jakarta. Nanti kita merancang kembali, mempersiapkan kembali, sambil menunggu tentunya jika ada informasi-informasi terbaru dari masyarakat,” kata dia.


Menurutnya, KPK saat ini juga telah menyebar foto-foto ketiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) itu. Hal itu bertujuan agar lebih banyak warga yang mengetahui keberadaan Nurhadi cs.

Sebelumnya, KPK menggeledah kantor di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (27/2) malam. Namun KPK tidak menemukan tiga tersangka kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung 2011-2016 tersebut.

Tiga tersangka itu adalah mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD); Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantu Nurhadi; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS).

“Keberadaan DPO tidak ditemukan,” kata Ali Fikri di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (28/2).

Namun, kata dia, penyidik KPK menemukan dokumen yang terkait dengan perkara saat penggeledahan tersebut.

“Penyidik KPK menemukan dokumen terkait perkara,” ujar Ali.


Selain itu, KPK melakukan sejumlah penggeledahan di Jakarta, Surabaya, hingga Tulungagung terkait kasus Nurhadi. KPK menyita sejumlah dokumen terkait perkara tersebut. Penggeledahan ini merupakan upaya mencari Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto.

Lokasi yang digeledah KPK antara lain kantor pengacara Rahmat Santoso and Partner dan rumah adik ipar Nurhadi yang berada di Surabaya, rumah mertua Nurhadi yang berada di Tulungagung, serta beberapa lokasi di Jakarta, yang salah satunya berdasarkan informasi dari Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). Namun hingga kini Nurhadi cs belum tertangkap.

Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, jadi buron KPK bersama tersangka lain, Hiendra Soenjoto.

Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar. Uang itu diduga KPK terkait suap untuk memuluskan perkara yang sedang berlangsung di pengadilan selama Nurhadi menjadi Sekretaris MA pada kurun 2011-2016. (det.c/K)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here