Corona Makin Gawat, DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat

0
112
Anies Baswedan
Anies Baswedan
Advertisement

Jakarta, ToeNTAS.com,- Jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat. DKI Jakarta adalah provinsi yang paling banyak kasusnya.

Advertisement

DKI Jakarta menjadi wilayah yang paling terdampak virus corona. Jumlah kasus positif corona di DKI Jakarta paling banyak dibandingkan dengan provinsi lain.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mulai mengambil langkah. Anies menetapkan status Jakarta menjadi tanggap darurat corona pada Jumat (20/3). Anies mengatakan keputusan itu diambil guna mengurangi potensi penyebaran Corona.

“Hari ini kita menetapkan bahwa ditetapkan tanggap darurat bencana wabah COVID-19,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Masa darurat ditetapkan selama 14 hari. Terhitung dari 20 Maret-5 April 2020. Perkembangan virus Corona di Jakarta bakal menentukan diperpanjang atau tidak.

“Situasi di Jakarta beda dengan 2 pekan lalu ataupun pekan lalu. Jumlah yang wafat cukup banyak dan kita berduka,” jelas Anies.

Namun, belum genap dua pekan, Anies memutuskan untuk perpanjang waktu masa darurat. Pada Sabtu (28/3), Anies mengumumkan kalau masa darurat diperpanjang hingga 19 April 2020.

“Nah kita perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan terus berjalan, karena itu status tanggap darurat di Jakarta, akan kita perpanjang, yang semula tanggal 5 April maka diperpanjang sampai dengan 19 April,” kata Anies, dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui akun youtube Pemprov DKI, Sabtu (28/3/2020).

Perpanjangan status itu berlaku bagi para pekerja dan siswa untuk terus mengerjakan pekerjaan di rumah. Begitu juga, kata Anies, untuk tempat wisata di Jakarta.

“Itu artinya kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran pemerintahan, polda, dan kodam yang terkait sipil itu akan terus bekerja di rumah,” ujarnya.

“Tempat wisata juga penutupan diperpanjang, kegiatan belajar mengajar diperpanjang, semuanya mengikuti status tanggap darurat sampai tanggal 19 April,” sambung Anies.

Sementara hingga 28 Maret 2020, data pasien positif corona di DKI Jakarta tercatat sebanyak 603 kasus. Dengan rincian, 364 dirawat, 43 sembuh, 62 meninggal dunia, dan 134 isolasi mandiri. Sedangkan di hari yang sama, secara nasional, tercatat ada 1.155 kasus pasien positif, 102 meninggal dan 59 sembuh. (det.c/h)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here