Tes Massif di KRL Bogor: 15 Penumpang Reaktif

0
151
foto
foto
Advertisement

Jakarta, ToeNTAS.com,- Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) menemukan 15 orang reaktif rapid test dari 857 sampel penumpang kereta di Stasiun Bogor dan Stasion Bojonggede.

Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Dedi Taufik mengatakan, belasan orang tersebut langsung melaksanakan swab test, yang sampelnya diuji Labkesda Jabar.

“Kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap kami tingkatkan. Produktivitas kami tingkatkan, tetapi tingkat kewaspadaan dan kedisiplinan perlu melalui protokol kesehatan,” ucap Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2020).

Koordinator Sub Divisi Sterilisasi Fasilitas Publik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Hery Antasari mengatakan, meski Jabar memasuki fase new normal, kedisiplinan masih harus tetap dilakukan saat berpergian.

“Masyarakat yang akan melakukan perjalanan akan siap-siap dengan protokol kesehatan dan mengantisipasi agar tidak diputar balik. Mereka tidak akan nekat melakukan perjalanan dalam kondisi tidak sehat. Itu yang terpenting,” kata Hery.

Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium GTPP Jabar Siska Gerfianti menyatakan, tes masif digelar sebagai pendeteksian dini, mengingat mobilitas warga Jabar yang keluar-masuk DKI Jakarta di kedua stasiun itu tinggi.

“Kami akan mengecek selalu pintu-pintu masuk ke Jabar. Seperti pekan lalu, kami menggadakan operasi gabungan dan tes masif di kawasan puncak,” kata Siska.

Menurut Siska, tes masif di pintu masuk Jabar, seperti stasiun dan terminal, akan rutin dilaksanakan. Tujuannya mendapatkan data epidemiologi secara komprehensif. Data itu bakal menjadi landasan dalam mengambil keputusan.

“Berapa kali seminggu (lakukan tes masif), dan berapa orang (yang harus tes masif), sehingga kami bisa memberikan reasoning apakah protokol kesehatan sudah cukup, atau apakah moda transportasi ini cukup aman digunakan sebagai sarana orang melakukan perjalanan?” ucapnya.


Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba menilai, rapid test yang digelar gugus tugas provinsi dapat meningkatkan kesadaran penumpang KRL untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan rapid test sendiri, mereka akan aware dengan kondisi sendiri. Semakin banyak yang dites semakin cepat penanganannya,” kata Anne.

PT KCI selaku operator KRL sudah menyusun protokol kesehatan, baik saat memasuki stasiun sampai berada di dalam gerbong. Hal itu bertujuan mencegah penularan COVID-19 di stasiun ataupun dalam gerbong.

Selain mengecek suhu tubuh, PT KCI mewajibkan penumpang KRL memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berbicara selama berada di dalam gerbong. Selain itu, kata Anne, PT KCI membuat marka penumpang untuk jaga jarak.

“Jumlah pengguna KRL minggu ini ada di angka 340-370 ribu. Selama pandemi COVID-19, jumlah tersebut menjadi yang paling tinggi,” kata Anne.

Sementara itu, sebanyak 250 panitia pemungutan suara (PPS) Kabupaten Tasikmalaya mengikuti rapid test, Sabtu (27/6/2020). Rapid test penyelenggara pemilu dilakukan di lima Kecamatan mulai, Singaparna, Salawu, Ciawi, Sariwangi, dan Manonjaya.

“Rapis test tahap awal baru ke 250 anggota PPS. nanti yang lain nyusul. Ada di lima kecamatan serentak,” ujar dr Reti, Petugas medis Gugus Tugas Covid 19.

Lima kecamatan ini mendapat prioritas rapid test awal karena masuk kategori rawan penyebaran covid 19. Selain lintasan dari luar kota, beberapa kecamatan juga ditemukan kasus positif covid 19.

“Kita laksanakan Rapid test untuk penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Tasikmalaya. Kerjasma dengan Gugus Tugas Covid 19. Apalagi mereka akan turun lakukan verifikasi Faktual calon perseorangan akhir juni. Jadi harus benar-benar bebas dari Covid 19 sebelum ke masyarakat,” ujar Zamzam Jamaludin, Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya. Di lokasi Rapid tes Aula Kecamatan Singaparna.

Kepolisian Resort Tasikmalaya turut mengawasi jalanya proses Rapid test. Hal ini untuk memastikan seluruh peserta menjalankan prorokol Kesehatan.

“Kami Kepolisian Termasuk juga Bagian Gugus Tugas Covi 19, turut memantau pelaksanaan Rapid Test penyelenggara Pemilu” Ucap AKBP Hendria Lesmana, Kapolres Tasikmalaya di lokasi yang sama.

Dari hasil rapid test, tidak ada satupun dari 250 orang yang diperiksa reaktif COVID-19. (det.c/p)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here