Afifah Minta Imam Budi Minta Maaf Atas Dugaan Pelecehan Seksual

0
134
ilustrasi pelecehan seksual
ilustrasi pelecehan seksual
Advertisement

ToeNTAS.com,- Calon wakil wali kota Depok dari PKS, Imam Budihartono, tersangkut kasus dugaan pelecehan seksual pada lawannya di Pilwakot 2020, Afifah Alia, beberapa waktu lalu.

Di Pilkada Depok 2020, Afifah yang merupakan kader PDIP menjadi calon wakil wali kota Depok mendampingi Pradi Supriatna. Mereka akan melawan pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Permintaan saya cuma permintaan maaf dan berkah tidak melakukan lagi dan ini membutuhkan kebesaran jiwa dan karakter asli seseorang,” ucap Afifah saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/9).

Afifah belum bisa memastikan pihaknya bakal membawa hal ini ke proses hukum atau tidak. Dia menyerahkan kepada partainya, yakni PDIP.

“Untuk tindak lanjut, ada jalur hukum yang bisa ditempuh. Dalam hal ini bidang hukum partai,” imbuh dia.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Kasus itu bermula saat Pradi-Afifah dan M. Idris-Imam Budi Hartono menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pencalonan Pemilihan Wali Kota Depok 8 September lalu, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Pada hari pertama, kala mereka berkumpul untuk mendapat pembagian kamar oleh petugas, Afifah mengaku Imam Budi melontarkan ucapan “sekamar sama saya saja, bu Afifah.”

Afifah menyebut Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang turut menyaksikan peristiwa itu hanya terkekeh mendengar ujaran Imam. Idris sendiri enggan berkomentar saat dimintai klarifikasi lewat pesan singkat.

“Apa maksudnya melontarkan ‘sekamar sama saya saja bu Afifah’ ketika pembagian kamar isolasi bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan paslon di Rumah Sakit?” ucap Afifah.

Imam Budi sendiri membantah tudingan Afifah dan menyatakan pengakuan Afifah tidak sesuai peristiwa sebenarnya. Dia mengaku hanya ingin mencairkan suasana saat mereka berkumpul. Imam mengatakan ada kalimat lain yang dia ucapkan namun tak terdengar oleh Afifah.

“Enggak bisa (satu kamar) berdua, saya bilang gitu. Kalau berdua, saya sama Afifah, cucu saya. Saya bilang gitu kan. Jadi ada kalimat belakangnya yang enggak didengar sama dia. Mungkin karena kita pakai masker, kedua pakai face shield, mungkin kalimat tambahannya itu enggak didengar sama dia,” ujar Imam.

Namun demikian, Imam Budi Hartono menduga pengakuan Afifah hanya serangan terhadap dirinya sebagai lawan di Pilkada Depok. Dia menyesalkan cara Afifah menjatuhkan dirinya dan tidak substantif dengan gagasan.

Imam pun enggan meminta maaf terkait ucapannya itu. Sebab, menurut dia, tak ada yang salah.

“Ya ini kan Pilkada, ya jelaslah. Segala sesuatunya berhubungan dengan Pilkada. Cuma maunya saya kalau di Pilkada itu, kontestasinya masalah gagasan, jangan yang seperti ini,” kata dia.(rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here