Rektor UNINDRA Prof Dr Sumaryoto Dukung Mendikbud UNINDRA Campus Berkualitas Dengan Biaya Kuliah Murah

0
269
Rektor UNINDRA Prof Dr Sumaryoto Dukung Mendikbud
Rektor UNINDRA Prof Dr Sumaryoto Dukung Mendikbud
Advertisement

JAKARTA, Toentas.com ., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19.

“Berkenaan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, maka perlu dilakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan,” kata Nadiem, beberapa waktu lalu.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan 8 poin utama, yang beberapa di antaranya berisi tentang penentu kelulusan siswa di tahun 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional.

Dalam poin ketiga SE Mendikbud, disebutkan 3 poin yang menentukan apakah siswa dinyatakan lulusan dari satuan atau program pendidikan.

Dijelaskan, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan atau program pendidikan setelah:

1. Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.

2. Memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik.

3. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Selanjutnya, pada poin keempat dijelaskan bentuk ujian pada poin 3 yang bisa dilakukan oleh satuan pendidikan yang akan dilakukan oleh siswa.

Dalam poin ketiga SE Mendikbud, disebutkan 3 poin yang menentukan apakah siswa dinyatakan lulusan dari satuan atau program pendidikan.

Dijelaskan, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan atau program pendidikan setelah:

1. Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.

2. Memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik.

3. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Selanjutnya, pada poin keempat dijelaskan bentuk ujian pada poin 3 yang bisa dilakukan oleh satuan pendidikan yang akan dilakukan oleh siswa.

Di lain kesempatan, Rektor UNINDRA Prof Dr H. Sumaryoto mendukung Mendikbud Nadiem Makarim. 

Kepada wartawan Toentas.com, Prof. Dr Sumaryoto menjelaskan bahwa saat ini, Indonesia membutuhkan guru-guru penggerak yang fokus kepada peserta didiknya. Guru yang memiliki motivasi atau panggilan jiwa menjadi pendidik dan fokus pada kepemimpinan. 

“Bila mau menciptakan sekolah berkelas dunia misalnya, maka ekosistem pendidikan kita harus mengikuti standar dunia. Perubahan itu harus terjadi. Mendekatkan pendidikan kita dengan dunia nyata,” tukas Sumaryoto..

Bukan hanya itu saja, kualitas kepala sekolah yang menentukan perubahan ekosistem pendidikan. Artinya, masih kata Sumaryoto, Kepala sekolah harus memiliki kapabilitas untuk menjadi mentor guru-guru di lingkungannya dengan kualitas pembelajaran yang memadai. Ia juga harus bisa menghadirkan guru-guru penggerak yang akan membantu memajukan pendidikan. 

“Perubahan zaman yang kian pesat memaksa setiap individu untuk jeli melihat peluang dan beradaptasi. Dunia kerja atau profesional akan berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Sektor teknologi perangkat lunak diyakininya akan semakin berkembang, seperti aplikasi web, desain, riset, data analisis, dan hal yang terkait ekosistem digital,” ungkap Sumaryoto.

Sumaryoto pun mengungkapkan bahwa UNINDRA adalah salah satu campus yang murah namun tidak murahan serta mampu menciptakan lulusan S1 yang siap kerja.

Berdasarkan pengamatan Toentas.com di lapangan, UNINDRA patut diperhitungkan sebagai campus yang bagus dan berkualitas, apalagi di saat pandemi ini. Campusnta bagus dan para dosennya berkualitas.(Inge/Ria),-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here