Pancoran Mas Jadi Wilayah Paling Banyak Klaster Covid-19 akibat PTM di Depok

0
154
Yasser, Murid klas 1a SDN Mampang 2 sedang di PCR dan hasilnya Negatif
Yasser, Murid klas 1a SDN Mampang 2 sedang di PCR dan hasilnya Negatif
Advertisement

Depok, ToeNTAS.com,- Pemerintah Kota Depok menyebut Kecamatan Pancoran Mas sebagai wilayah paling banyak kasus penularan Covid-19 akibat pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Depok Dadang Wihana mengatakan, hal itu diketahui setelah puskesmas melacak kasus Covid-19 secara berkala di sekolah. “Puskesmas melakukan tracing dan testing terhadap yang kontak erat di sekolah-sekolah. Yang terjadi, penularan saat ini paling banyak di Pancoran Mas. Ada SD, SMP, dan MTs,” ujar Dadang, Kamis (18/11/2021).

Untuk itu, kata Dadang, pihaknya memutuskan menghentikan sementara PTM terbatas semua jenjang pendidikan di kecamatan tersebut. Sementara untuk kecamatan lain, lanjut Dadang, penghentian PTM terbatas diberlakukan untuk tingkat pendidikan TK, PAUD, dan SD. “Untuk di wilayah Pancoran Mas seluruh satuan pendidikan PTM terbatas dihentikan selama 10 hari,” kata Dadang. “Jadi untuk SMP dan SMA di luar kecamatan Pancoran Mas masih diperkenankan melaksanakan PTMT,” sambungnya.

Dadang sebelumnya menjelaskan, pemberhentian PTM terbatas dilakukan karena melihat tren kasus Covid-19 di Depok yang cenderung mengalami kenaikan. “Kemarin terdapat penambahan kasus Covid-19 baru di Depok, 105 kasus. Penambahan ini merupakan yang tertinggi, biasanya di bawah 20, di bawah 10,” kata Dadang. Setelah dilakukan evaluasi, kata Dadang, salah satu faktor peningkatan kasus Covid-19 adalah penularan virus corona pada saat PTM terbatas. “Setelah ditelusuri, kami lakukan cek data bahwa jumlah ini mayoritas berasal dari PTM terbatas. Ini kami sebut sebagai klaster PTM, karena banyak penularan antarsiswa di sekolah setelah SOP kami jalankan,” ungkap Dadang. (k.c/Nge)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here