DKI-Banten-Jabar Terbanyak Sumbang COVID, Satgas Minta Mobilitas Ditekan

Jam : 18:08 | oleh -145 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta,ToeNTAS.com,-  Satgas COVID-19 menyoroti kenaikan kasus harian yang menyentuh angka 7.000-an. Satgas menyebut, dalam sepekan, DKI Jakarta, Jabar, dan Banten jadi penyumbang terbanyak dengan 13.316 kasus.

“Pemerintah dan Satgas daerah perlu strategi mitigasi untuk menekan laju kasus selama dua minggu ke depan untuk mencegah lonjakan kasus lebih tinggi lagi. Mohon segera mengevaluasi, menegakkan implementasi protokol kesehatan, baik di sektor perkantoran, fasilitas publik, maupun transportasi publik. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dan mengevaluasi mitigasi daerah secara rutin,” ujar juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers, Kamis (27/1/2022).

Wiku juga mengimbau warga di tiga provinsi tersebut untuk tidak melakukan aktivitas di tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Dia juga mengimbau Pemda DKI, Jabar, dan Banten menekan mobilitas ke daerah lain.

“Penting bagi daerah yang sedang mengalami kenaikan kasus untuk memperketat protokol kesehatan dan menekan mobilitas ke daerah lain guna mencegah transmisi antardaerah, terutama tiga provinsi DKI Jakarta, Jabar, dan Banten,” paparnya.

“Jika kasus pada tiga provinsi ini terkendali, daerah lain pun akan bisa terkendali. Kita tetap harus bisa menjaga agar daerah yang kasusnya masih rendah untuk tetap kondusif dan tetap rendah kasusnya,” lanjut Wiku.

Sejauh ini, lanjut Wiku, kenaikan kasus Corona masih lebih rendah dibanding Juli 2021. Pemerintah juga sudah melakukan langkah antisipasi menghadapi lonjakan Corona dengan menambah tempat tidur di Wisma Atlet.

“Menyediakan penambahan tempat tidur Wisma Atlet untuk Tower 4 dan 7, penyediaan RS isolasi untuk pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 949 tempat tidur. Dan total wisma karantina ada 18.759 tempat tidur dan hotel sebanyak 16.021 kamar. Penyiapan lebih dari 75 ribu tempat isolasi terpusat di seluruh wilayah Indonesia serta penyediaan stok obat dan oksigen dengan mendatangkan 16 ribu oksigen yang dikirimkan ke seluruh rumah sakit,” kata Wiku. (d.c/Fauzan)