Tips Kemenkes untuk Cegah Hepatitis Misterius Anak

Jam : 06:43 | oleh -153 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Tiga anak di DKI Jakarta meninggal dunia usai terkena infeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi berharap agar masyarakat tidak perlu panik. Khususnya dalam momen liburan lebaran dan mudik kali ini. Nadia mengimbau untuk keluarga yang sedang bersilaturahmi tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, minum air bersih dan menggunakan alat makan sendiri-sendiri.taboola mid article

“Tetap masyarakat mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga besar tetapi tetap ingat prokes dan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap cuci tangan, makan makan yang sehat dan bersih pengelolaannya. Jangan gunakan alat makan bersama,” kata Nadia kepada wartawan dalam pesan singkat, Rabu (4/5).

Nadia mengimbau jika menemukan gejala muntah, diare, nyeri perut, segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kalau ada gejala mual muntah diare yang makin berat segera datangi RS atau puskesmas,” imbuhnya.

Gejala Hepatitis

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) mengimbau tenaga kesehatan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Hepatitis Akut yang hingga kini belum diketahui penyebabnya.

“PB IDI bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan terkait dan lapisan masyarakat, terutama para orang tua dan anak, agar tetap ketat melakukan protokol kesehatan, apalagi di masa mudik Lebaran ini,” kata Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi.

Imbauan tersebut disampaikan PB IDI kepada seluruh jajaran menindaklanjuti Surat Edaran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta edaran Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dengan nomor surat HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) pada tanggal 27 April 2022.

Adib mengatakan saat ini Hepatitis Akut misterius itu telah secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO. Karena jumlah laporan kasus serupa terus bertambah. Saat ini lebih dari 170 kasus dilaporkan dari 12 negara di dunia.

Seluruh organisasi profesi medis di bawah PB-IDI, seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai jenis fasilitas kesehatan tingkat pertama, yakni puskesmas, posyandu, Klinik praktek mandiri, serta dokter praktek perorangan harus mewaspadai setiap gejala Hepatitis pada anak dan dewasa.

Hepatitis Akut yang masih belum diketahui penyebabnya ini memiliki gejala, antara lain perubahan warna urine (gelap) dan/atau feses (pucat), kuning, gatal, nyeri sendi atau pegal-pegal, demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut, lesu, dan/atau hilang nafsu makan, diare, serta kejang, dan ditandai dengan Serum Aspartate transaminase (AST) atau Alanine transaminase (ALT) lebih dari 500 U/L. (mer/Chiki)