Polisi: ABG Dirantai Ortu di Bekasi Sampaikan Keluhan Lewat Nyanyian

Jam : 15:59 | oleh -89 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Bekasi, ToeNTAS.com,- Polres Metro Bekasi Kota masih mengusut kasus remaja di Bekasi, Jawa Barat berinisial R (15) yang dirantai orang tua (ortu) sendiri. Polisi menyebut ABG tersebut menyampaikan keluhan yang dialami melalui nyanyian.

“Kesehatannya dan kondisi fisik kurus ya. Tapi masih sangat cerdas, dia masih bisa bernyanyi, menyampaikan keluhan melalui menyanyi,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).

Hengki mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mendalami keterangan yang disampaikan korban.

“Nanti juga perlu pendamping oleh pihak KPAD, semua, dalam hal penerjemahan apa yang disampaikan oleh adek kita R,” ujarnya.

Hengki belum bisa berkomentar terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan orang tua terhadap korban. Selain itu, saat ini status kedua orang tua korban masih saksi.

Dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi dalam menentukan hal tersebut.

“Ya status masih saksi. Karena hasil visum belum ada. (Soal dugaan penganiayaan) Nanti kita berdasarkan dari pihak rumah sakit, ya,” jelasnya.

Dia berharap hasil visum keluar hari ini sehingga dapat mendukung proses penyidikan yang dilakukan. Selain itu, dalam kasus ini pihak kepolisian juga bakal melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.

“Tadi dari ahli, KPAD, tetangga yang melihat pertama, ada yang di Jatikramat, Jatiasih, Bu Wati. Nanti kita akan periksa,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya akan mengusut kasus dugaan penganiayaan yang dialami korban secara tuntas.

“Ketika hasil penyidikan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota ada atau ditemukan kekerasan atau penelantaran anak kami akan proses tuntas. Kita juga proses tuntas dan tegakan hukum,” tegasnya.

Viral ABG di Bekasi Dirantai Ortu
Video R duduk di jalanan dengan kaki terantai viral di media sosial. Dari video yang dilihat wartawan, Kamis (21/7), tampak seorang ABG yang mengenakan baju berwarna merah duduk di jalanan. Kakinya terlihat dirantai.

“Itu kakinya kenapa dirantai gitu?” tanya perekam.

“Digembok,” kata ABG itu.

“Siapa yang gembok?” tanya perekam.

“Bunda,” singkat ABG tersebut.

Selanjutnya, ABG itu menampilkan gestur tangan yang diarahkan ke mulut seakan meminta makan. Belakangan terungkap, ABG tersebut dalam kondisi kelaparan dan kurang gizi. (d.c/Teguh)