Legislator di Depan Nadiem: Fajar Sad Boy Lebih Top dari Juara Olimpiade

Jam : 14:28 | oleh -21 Dilihat
suasana kerja komisi X DPR
suasana kerja komisi X DPR

Jakarta, ToeNTAS.com,- Anggota Komisi X DPR RI Elnino M. Husein Mohi berharap sistem pendidikan Indonesia tetap mengedepankan ilmu dan akhlak. Elnino mengungkit fenomena juara olimpiade yang lebih sedikit dibicarakan ketimbang fenomena viral.

“Kita berharap pendidikan di Indonesia kembali lagi kepada khittahnya bahwa pendidikan kita mengajarkan dua hal, akhlak dan ilmu. Bukan hanya ilmu saja, akhlak lebih tinggi daripada ilmu itu hakikat dari pendidikan Indonesia dan mudah-mudahan kembali ke sana,” kata Elnino dalam dalam Rapat Kerja bersama Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Selasa, (24/1/2023).

Ia menyinggung sistem pendidikan di Indonesia yang sudah kehilangan pendidikan bukti pekerti. Ia mengungkit nama Fajar Sad Boy yang belakangan viral di dunia maya mengalahkan juara olimpiade.

“Kita ini sudah kehilangan PPKN, budi pekerti. Yang lebih top sekarang adalah dari Gorontalo saudara saya sendiri, adalah Fajar Sad Boy lebih top daripada yang juara Olimpiade,” kata Elnino.

“Nah, dan ini terjadi di masa kepemimpinan Bapak sebagai Menteri Pendidikan. Bukan salah Bapak, tapi itu terjadi di masa kepemimpinan Bapak,” tuturnya.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR RI Vanda Sarundajang menyoroti program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang belum masif diketahui masyarakat. Politikus PDIP ini menyinggung fenomena viral siswa yang kemudian menyalahkan program Merdeka Belajar.

Vanda awalnya mengapresiasi kinerja Kemendikbudristek yang mencapai target bahkan melampaui. Namun demikian, ia menilai program atau kesuksesan yang digagas masih kurang diketahui oleh masyarakat.

“Yang ingin saya sampaikan bahwa mungkin Pak Menteri dan jajarannya harus sering-sering atau lebih banyak menyampaikan kepada kita semua, kepada publik, suksestori di lapangan terkait dengan perubahan-perubahan yang sudah dilaksanakan oleh kementerian,” kata Vanda dalam Rapat Kerja.

Vanda menyebut ada banyak program yang telah dilaksanakan oleh Mendikbud seperti Merdeka Belajar, Kampus Merdeka hingga Sekolah Penggerak. Ia menilai di lapangan yang seringkali terdengar justru kegagalan atau bahkan tidak efektifnya program yang dibuat Kemendikbud.

“Yang disampaikan kepada kita langsung, ataupun yang kita dengar, kita baca lewat media, bahwa lebih banyak disampaikan tentang kegagalan atau tidak efektifnya program-program yang sudah dibuat oleh Pak Menteri dan jajaran,” tutur Vanda. (d.c/Egi)