Dalang Cilik Milenial Ki Pramariza Fadlansyah Cucu Rektor Unindra Prof.DR.H.Sumaryoto

Jam : 22:12 | oleh -433 Dilihat
Dalang Cilik Milenial Ki Pramariza Fadlansyah Cucu Rektor UNINDRA Prof.DR.H.Sumaryoto
Dalang Cilik Milenial Ki Pramariza Fadlansyah Cucu Rektor UNINDRA Prof.DR.H.Sumaryoto

Palembang, ToeNTAS.com.,- Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, digelar dalam rangka HUT Banyuasin ke-21 tahun dan HUT TVRI Sumsel ke-49 tahun, di Kota Terpadu Mandiri Telang, Kecamatan Tanjung Lago, beberapa waktu lalu tepatnya Sabtu, (04/02/2023).

Menariknya, yang menjadi dalang adalah dalang cilik Milenial Ki Pramariza Fadlansyah yang tidak lain adalah cucu dari Rektor UNINDRA Prof.DR.H.Sumaryoto.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Bupati Banyuasin, H. Askolani didampingi Wabup H.Slamet, hadir langsung menyaksikan bagaimana budaya Indonesia dimainkan sebagai bentuk pelestarian.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan TVRI Sumsel yang telah menyuguhkan hiburan kearifan lokal kepada masyarakat.

Maka dari itu, Gubernur Herman Deru mengajak masyarakat Tanjung Lago memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

Sementara itu, Bupati Banyuasin, H. Askolani dalam sambutannya menyebut pemilihan seni pagerlaran wayang kulit semalam suntuk ini untuk memeriahkan HUT Kabupaten Banyuasin dan TVRI tersebut merupakan wujud nyata untuk melestarikan budaya Indonesia.

Bupati Askolani mengatakan, Kabupaten Banyuasin kebanyakan besar merupakan masyarakat yang berasal dari beragam suku di Indonesia terutama Jawa dan Melayu. Maka demikian menurutnya pertunjukan wayang kulit tersebut hiburan yang pas untuk masyarakat di Kecamatan Tanjung Lago.

Lebih lanjut Bupati H.Askolani menambahkan, penampilan kesenian merupakan ungkapan ekspresi berdasarkan hasil karya budaya yang patut di apresiasi oleh segenap generasi muda.

Apalagi wayang kulit yang dimainkan dimana dalangnya masih muda belia, yang berusia 17 tahun.

Dalang Cilik Berbakat

Dalang Ki Pramariza Fadlansyah Dalang Milenial usia 17 tahun ini, belajar secara otodidak.Harusnya banyak anak-anak muda terutama generasi millenial melestarikan budaya agar budaya yang kita miliki tidak hilang seiring kemajuan zaman,” harap Pria kelahiran Teluk Kijing ini.

Sekedar informasi saja, selain pagelaran Tarian Multi Etnis (Tidayu) dan Wayang Kulit, turut menghadirkan Wayang Orang yang dimainkan oleh dua anak-anak dengan usia sekitar 10 tahun dengan berbagai aksi yang mengagumkan.

Berperan sebagai Gatotkaca dan Suryawati istri dari Gatotkaca. Para pemain Wayang Kulit serta Wayang Orang ini didatangkan dari sanggar Unindra atau Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.

Melalui kesempatan ini, Bupati Askolani berharap 21 umur Kabupaten Banyuasin dirinya dapat memimpin Banyuasin semakin maju disegala aspek dan dirinya meminta dukungan dan bantuan Herman Deru selaku Gubernur Sumsel.

Di tempat terpisah, kapada wartawan ToeNTAS.com, Rektor UNINDRA Prof.DR.H.Sumaryoto mengungkapkan, dirinya sangat bangga dan mendukung cucunya yakni dalang Milenial Ki Pramariza Fadlansyah menjadi dalang yang tidak hanya diakui oleh Indonesia melainkan diakui oleh dunia internasional.

“Saya sangat mendukung Ki Pramariza Fadlansyah mewujudkan cita-citanya menjadi dalang yang profesional,” tegas Sumaryoto.

Sebelum pagelaran wayang dimulai, Gubernur Herman Deru menyerahkan Piagam Penghargaan dan Wayang kepada Dalang Ki Harjuno Pramariza Fadhlansyah, Ki Danesworo Rafi Ramadhan dan Farrel Syahdan (Penari) yang akan membawakan Lakon Semar bangun kayangan.

Turut hadir, Wakil Bupati Banyuasin, Slamet Sumosentono, Rektor UNINDRA Prof.DR.H.Sumatyoto, Ketua Dewan Pengawas TVRI, Drs. H. Sutoko, M.Si, Kepala Stasiun TVRI Sumsel, Partiman, Pemilik Sanggar Wayang Indraprasta. H. Sumaryoto, Sekda Banyuasin, Fiasmi, Wakil 1 DPRD Kab. Banyuasin, Sulardi, Wakil 2 DPRD Kab. Banyuasin, Noer Ismatudin, Para kepala OPD dan Biro Provinsi Sumsel Para OPD Pemkab Banyuasin PJ.Sekda Banyuasin dan undangan lainya. ** (Inge/Sita Ardinez/Reza),-