Terseret Kasus e-KTP, Ganjar Tetap Dapat Dukungan di Pilgub Jateng

Jam : 16:51 | oleh -37 Dilihat

Solo, (ToeNTAS.Com), – Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mendukung Ganjar Pranowo maju kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018. Dukungan tetap dia suarakan meski nama Ganjar disebut-sebut dalam kasus korupsi e-KTP.

Seperti diketahui, nama Ganjar dan beberapa anggota Komisi II DPR RI disebut jaksa saat membaca dakwaan dalam sidang dua terdakwa kasus e-KTP, yakni mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto.

“Pilgub Jateng 2018 saya tetap mendukung Ganjar-Heru memimpin periode kedua. Soal e-KTP saya yakin Ganjar tidak,” kata wali kota yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Surakarta itu, Kamis (11/5/2017).

Menurutnya, kinerja Ganjar dan Heru Sudjatmoko selama ini menunjukkan hasil yang positif di Jateng. Namun, progres tersebut masih harus diselesaikan dalam periode kedua nanti.

“Yang bisa menyelesaikan ya Ganjar dan Heru. Tapi segala keputusan nantinya berada di tangan Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PDIP. Daerah hanya mengusulkan saja,” ungkap dia.

Mengenai kemungkinan dirinya ditunjuk menjadi calon gubernur Jateng, Rudy enggan berspekulasi. Dia mengaku tidak menginginkan posisi tersebut.

“Saya sudah cukup mengabdi kepada masyarakat (sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta) selama 15 tahun. Saya ngawula di partai juga sudah 40 tahun. Itu sudah cukup,” tutupnya.

PDIP memang belum memastikan cagub yang akan diusung di Pilgub Jateng 2018, meski memiliki Ganjar sebagai incumbent. Sejumlah nama lalu muncul di bursa pencalonan. Salah satunya Bupati Kudus Musthofa yang didukung DPC PDIP Kudus.

Di luar PDIP, sejumlah nama mentereng juga muncul sebagai kandidat cagub. Di antaranya adalah dua mantan menteri Kabinet Kerja, yaitu mantan menteri ESDM Sudirman Said yang dilirik PAN dan mantan menteri desa Marwan Jafar yang dielus-elus PKB.

Sebagai gambaran peta kekuatan, PDIP menjadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Jateng dengan jumlah 31 kursi. PDIP sudah melewati syarat minimal jumlah perolehan kursi di DPRD Jateng untuk mengusung calon sendiri. Syaratnya adalah 20 kursi.

PKB menjadi partai kedua dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD, 13 kursi. Gerindra mempunyai 11 kursi di DPRD. PKS dan Golkar punya masing-masing 10 kursi. Demokrat memiliki total 9 kursi, sedangkan PAN dan PPP punya 8 kursi di DPRD Jateng.

Partai selain PDIP harus membentuk koalisi di Pilgub Jateng. Wacana koalisi ini pun sudah ditanggapi beberapa parpol, seperti Gerindra dan PKS, yang mulai menjajaki kemungkinan tersebut.

Berikut jumlah total kursi di DPRD Jateng:

PDIP: 31
PKB: 13
Gerindra: 11
PKS: 10
Golkar: 10
Demokrat: 9
PAN: 8
PPP: 8
(sip/sip)