7 Aturan Diet yang Tak Harus Ditaati

0
105
ilustrasi
ilustrasi
Advertisement

ToeNTAS.com,- Mendengar kata ‘diet’, bisa dipastikan Anda langsung terbayang deret aturan pola makan. Aturan-aturan ini kerap bersifat wajib tentang apa, kapan dan bagaimana orang musti makan. Hanya saja tidak semua aturan benar-benar membawa dampak.

Aturan-aturan diet tidak akan pas diaplikasikan buat semua orang. Tiap orang punya kebutuhan kalori, riwayat kesehatan, selera, kultur, akses terhadap makanan dan gaya hidup berbeda. Beberapa aturan diet berikut sebenarnya tidak harus Anda lakukan.

1. Hindari makanan olahan

Tidak jarang, aturan diet memberikan arahan untuk tidak mengonsumsi makanan olahan. Makanan olahan berarti makanan yang diolah, mengalami pemrosesan bersama bahan makanan lain dan berubah dari bentuk alaminya semisal, sosis, pasta, mi instan, makanan kaleng juga roti putih. Namun menurut Marina Chaparro, edukator diabetes, aturan ini tidak perlu dan tidak membantu orang untuk memilih pola makan yang baik.

“Jadi kecuali Anda diet makanan mentah di mana Anda tidak melakukan proses memasak, Anda mengonsumsi makanan olahan. Daripada menghindari makanan olahan, saya ingin fokus mengajarkan orang bagaimana membaca label dan tidak menggeneralisasi makanan sebagai makanan yang baik dan buruk,” imbuh Chaparro mengutip dari Self.

2. Jangan makan setelah jam tertentu

Sebagian orang menghindari makan di jam-jam tertentu terutama jelang waktu tidur. Makan jelang jam tidur memang membuat proses pencernaan terganggu tetapi selebihnya tidak ada efek buruk buat tubuh. Meski demikian, tetap ada yang mempraktikkan demi menghindari keinginan makan atau ngemil makanan yang kurang menyehatkan saat tengah malam.

“Kita semua tahu bahwa semakin kita mengatakan pada diri kita sendiri bahwa kita tidak dapat memiliki sesuatu, semakin kita menginginkannya bukan?” tutur Vincci Tsui, ahli diet.

3. Hindari makan secara emosional

Padahal, aktivitas makan kebanyakan dipengaruhi kondisi emosional. Lindsay Birchfield, praktisi diet dan aktivis tubuh dan kesehatan, mengatakan orang terbiasa makan untuk merayakan sesuatu termasuk rasa sedih.

Ini kadang jadi problem tapi realitanya makan jadi mekanisme untuk bertahan, membantu mengendalikan stres dan membuat orang merasa lebih baik. “Bagian dari memiliki hubungan yang sehat dengan makanan termasuk memperbolehkan diri untuk makan secara emosional saat diperlukan,” ujar Kimmie Singh, pendiri The Body Positive Dietitian.

4. Tidak terlalu banyak konsumsi buah manis

“Ini umumnya diyakini bahwa buah terlalu tinggi kandungan gula dan pasti berpengaruh buruk buat Anda,” kata Erica Leon, terapis nutrisi.

Buah memang mengandung gula tetapi, buah juga mengandung serat, vitamin dan mineral yang penting buat tubuh. Serat memberikan rasa kenyang, kemudian kandungan gula pada buah juga memberikan energi untuk beraktivitas. Bahkan konsumsi buah-buahan malah menjaga kadar gula darah tetap stabil.

5. Lapar? Minumlah segelas air

Saat diet, rasa lapar sepertinya jadi sesuatu yang menakutkan. Anda ingin makan tapi ingat kalau sedang diet. Ada yang meyakini, saat rasa lapar melanda, sebaiknya minum air saja. Padahal aturan mainnya sederhana. Rasa lapar jadi tanda Anda perlu makan sedangkan rasa haus jadi kode bahwa Anda butuh minum. Carolina Guizar, praktisi diet, berkata minum hanya akan memberikan rasa penuh di perut tapi tubuh tetap tidak memperoleh pasokan sumber energi.

“Makin lama Anda menunda makan, Anda bakal makin lapar dan ini bisa membuat Anda makan tak terkendali saat tiba waktunya makan,” jelasnya.

6. Selalu pilih ‘whole grain’

‘Whole grain’ alias biji-bijian utuh menawarkan nutrisi utuh mulai dari serat, protein juga mineral. Namun bukan berarti selain ‘whole grain’ suatu biji-bijian tidak layak Anda konsumsi.

Yasi Ansari, juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics, konsumsi pasta atau nasi putih bukan berarti memberikan asupan yang buruk buat tubuh. Yang terpenting, tetap jaga keseimbangan nutrisi dan variasi makanan.

7. Kurangi konsumsi karbohidrat

Diet tak jarang membuat jenis nutrisi tertentu diberi label ‘jahat’. Diet paleo dan diet ketogenik menekankan betapa jahatnya karbohidrat buat tubuh dan mengglorifikasi konsumsi lemak. Ansari berkata karbohidrat baik buat tubuh dan layak mendapat ‘tempat’ seperti makronutrien lain.

“Tanpa asupan karbohidrat yang cukup dari makanan seperti, biji-bijian, buah, sayuran berpati, kacang-kacangan, kita berisiko kehilangan energi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here