Luhut: Saya Tidak Pernah Cari Makan Sama Novanto

    0
    51
    Advertisement

    Jakarta, ToeNTAS.com,- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait kedekatannnya dengan sosok Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Luhut mengungkapkan, meski Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun hal itu tidak mempengaruhi hubungan perkawanannya dengan Novanto.

    “Kalau saya berteman saya tidak akan ignore perkawanan saya karena saya tidak terlibat,” ujar Luhut dalam acara di salah satu stasiun TV, Senin (24/7/2017).

    “Saya dengan Novanto tidak ada masalah. Saya tidak pernah cari makan sama dia, saya tidak berbisnis dengan dia dan dia tidak pernah kasih uang ke saya. Yang salah di mana?” ucapnya.

    Di mata Luhut, Novanto merupakan sosok politisi yang memiliki kemampuan dalam memimpin dan menjalankan Partai Golkar. Menurut dia, harus dibedakan antara kasus hukum dan posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

    “Kalau terkena kasus kan itu urusan hukum ya. Saya enggak campuri itu. Biarlah kasus hukumnya berjalan. Tapi harus diakui dia bagus dalam menjalankan partainya. Bahwa ada kasus hukum itu hal lain, tapi dalam mengelola partainya dia cukup baik. Harus diakui juga,” kata politisi Partai Golkar itu.

    Kedekatan Luhut dengan Novanto juga terlihat saat Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, pada Mei 2016. Luhut tidak membantah bahwa dia memberikan pandangannya soal Novanto kepada para ketua DPD I dan DPD II Partai Golkar, yang merupakan pemegang hak suara pada pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar.

    “Kalau bincang-bincang ya bisa saja. ya saya kasih pandangan lah kepada mereka. Mereka pilih Novanto ya sudah,” ujar Luhut.

    Meski demikian, Luhut menegaskan bahwa dia tidak membela Novanto dalam kasus korupasi E-KTP.

    “Tapi saya tidak bela Novanto dalam kasus ini. Kalau dia memang bersalah ya harus dihukum. Itu urusan dia. Hukum memang harus ditegakkan tapi etika kehidupan juga harus dijaga,” kata mantan Menko Polhukam itu. (kom.c/za)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here