600 mahasiswa-dosen IPB kawal penyembelihan hewan kurban

    0
    72
    Advertisement

    Bogor, ToeNTAS.com,- Institut Pertanian Bogor (IPB) siap menurunkan 600 mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Hewan untuk mengawal pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tingkat masyarakat jelang Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah/2017.

    “Mahasiswa dan dosen akan diterjunkan di beberapa titik kawasan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof Srihadi Agung Priyono, di Bogor, Kamis.

    Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dan dosen FKH IPB dalam membantu pemerintah daerah melakukan pengawalan pelaksanaan ibadah kurban telah berlangsung selama 15 tahun.

    Menurutnya, awal mula pelaksanaan program tersebut belum banyak masyarakat yang terbuka dengan kehadiran mahasiwa. Namun, saat ini kedatangan para mahasiswa dan dosen sangat disambut baik oleh masyarakat dan siap menerima arahan terkait kesehatan hewan kurban dengan penuh perhatian.

    “Jelang Idul Adha ini sudah banyak surat yang masuk ke FKH IPB dari berbagai wilayah untuk meminta mahasiswa dikirim dan memantau hewan kurban di daerahnya,” katanya.

    Srihadi mengatakan, karena keterbatasan jumlah tenaga mahasiswa maupun dosen, maka permintaan tersebut tidak seluruhnya dapat dipenuhi. Menjawab keterbatasan tersebut, FKH IPB memberikan jalan edukasi kepada pengurus DKM yang berada di wilayah Bogor.

    Pembinaan yang diberikan terkait animal welfare, kesehatan hewan dan daginf, serta teknis saat pelaksanaan pemotongan hewan yang biasanya dilakukan di masjid-masjid dibawah binaan DKM.

    Edukasi tersebut, lanjutnya dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian dan kemampuan masyarakat dalam menyiapkan pelayanan optimal saat pemotongan hewan kurban tiba.

    Labih lanjut ia mengatakan, sebelum berangkat ke daerah penugasan masing-masing, mahasiswa yang terdiri dari mahasisa D3, S1 dan Ko-Asisten Kedokteran Hewan diberikan pembekalan terhadap tugas mereka di lapangan.

    “Titik tujuan pengawasan adalah tempat yang melakukan pemotongan hewan dalam jumlah besar atau pernah mengalami riwayat penyakit menular berbahaya,” katanya.

    Ia mengatakan, mahasiswa bertugas meninjau tiap hewan yang akan dipotong mulai dari ciri-ciri fisik, perilaku, hingga dilihat kondisi daging yang akan didistribusikan kepada warga.

    Selain melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan dan daging, mahasiswa juga mengumpulkan informasi aktual di lapangan terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah setempat.

    “Selain dibutuhkan dan membantu masyarakat, adanya pemantauan langsung oleh mahasiswa ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa kami,” kata Srihadi. (ant.c/tam)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here