Epidemiolog Minta Surabaya Urungkan Rencana Buka Sekolah

0
128
foto
foto
Advertisement

ToeNTAS.com,- Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengurungkan rencana untuk kembali membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Windhu beralasan Kota Pahlawan masih berstatus zona merah virus corona (Covid-19) atau berisiko tinggi penularan corona.

“Surabaya masih zona merah. Kalau masih belum hijau tidak boleh buka-buka sekolah itu, belum,” ujar Windhu, kepada wartawan, Rabu (5/8).

Ia menyebutkan sekolah mestinya baru boleh buka saat zonasi sudah berubah hijau. Sementara, Surabaya saat ini masih berstatus merah, belum oranye atau kuning, apalagi hijau.

“Lihat [Satgas Penanganan Covid-19] pusat yang sudah membuatkan zonasi sesuai dengan level risikonya. Surabaya itu masih merah terus, katakan misalnya jadi oranye atau kuning aja, belum boleh buka sekolah,” ujarnya.

Bahkan ketika zonasi Surabaya telah berubah hijau pun, menurut Windhu, pemkot tak bisa sekonyong-konyong membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka siswa SMP.

“Itu pun kalau sudah hijau, bukan hijau semangka luar hijau dalamnya merah. Hijau betul saja tidak bisa langsung buka SMP,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah, kata Windhu, harus didahului dengan jenjang lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Yakni dari tingkat SMA.

“Kalau (SMA) dievaluasi bagus, baru buka SMP, evaluasi bagus baru boleh buka SD, kalau bagus TK, baru PAUD. Ada urutannya,” katanya.

Menurut Windhu, urutan pembukaan sekolah penting dilakukan karena status zona sudah hijau tak menjamin menghentikan penularan corona. Potensi muncul klaster baru bahkan masih terbuka.

Untuk itu, Windhu meminta pemerintah mempersiapkan dengan baik segala infrastruktur, desain ruangan, protokol dan SOP di sekolah, sebelum kembali aktif menggelar kegiatan tatap muka, saat zona Surabaya benar-benar hijau.

“Infrastrukturnya diperbaiki, redesain ruangan, ventilasi diperbanyak, protokol internal, SOP-nya, itu sudah mulai sekarang dipersiapkan, tapi jangan melibatkan [simulasi bersama] anak-anak dulu, bukanya tunggu nanti kalau sudah hijau,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur berencana membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah jenjang SMP di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Rencana dibuat lantaran sejauh ini Pemkot Surabaya masih mengklaim wilayahnya telah menjadi zona hijau.

“Zonanya Covid-19 di kita sudah hijau. Jadi kami mempersiapkan andai sekolah sudah mau masuk. Karena ini masalah keselamatan. Jadi harus dipersiapkan dengan matang. Sehingga pada saatnya masuk, bisa masuk,” kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya Sudarminto saat dihubungi, Selasa (4/8).

Klaim zonasi itu juga sempat diutarakan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Risma menyebut tingkat penularan corona Surabaya sudah menurun, diiringi kesembuhan yang kian meningkat.

Namun, belakangan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengklarifikasi status Surabaya zona hijau virus corona itu. Febria mengatakan yang telah hijau adalah angka reproduksi efektif (Rt) penularan virus corona, bukan zonasi.

Ia mengklaim Rt Covid-19 di Surabaya telah menyentuh angka di bawah 1 selama dua pekan terakhir. Menurutnya, Rt Surabaya yang semula berwarna merah, berangsur kuning dan kini sudah menjadi hijau.

“Ingat, loh, ya, saya tidak bicara zona. Tetapi bicara Rt yang sudah hijau dengan penularan kasus yang sudah dapat dikendalikan. Atau teorinya penyakit kemungkinan akan hilang dari populasi,” kata Feny sapaan akrabnya, Selasa (4/8). (cnni.c/p)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here