Disabilitas Batal Terbang Gegara Kursi ‘Direbut’, Garuda Indonesia Minta Maaf

Jam : 09:35 | oleh -33 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Seorang penyandang disabilitas mengaku batal terbang dari Bandara Kualanamu ke Bandara Soekarno-Hatta karena kursinya “direbut”. Pihak Garuda Indonesia meminta maaf atas kejadian tersebut.

Calon penumpang penyandang disabilitas itu menyampaikan keluhan lewat akun Twitter, @sashymymahal. Dia mengaku kursi prioritas untuknya telah diduduki sehingga kursi untuknya dipindah bersama penumpang umum.

Dia mengaku telah mendapatkan kursi prioritas dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 121 rute Bandara Kualanamu ke Bandara Soekarno-Hatta. Dia lalu memutuskan penjadwalan ulang (reschedule) untuk penerbangan hari selanjutnya.

“Hari ini saya harusnya terbang dengan @IndonesiaGaruda flight GA 121 KNO-CGK. harusnya sekarang saya di dalem pesawat karena sudah jam boarding sekarang. Jadi nggak terbang-terbang perkara saya disabilitas dan seat prioritas yang harusnya saya duduki ditempati pejabat yang katanya ‘abdi negara’,” tulisnya di akun twitter seperti yang dilihat wartawan, Senin (9/5/2022).

Dia pun menyampaikan, akhirnya dia mengatur jadwal ulang penerbangan menjadi besok. Dia harap tidak ada lagi kendala dalam penerbangannya.

“Sampe saya udah jengkel buang waktu nggak jelas saya langsung bilang aja, yaudah pindahin aja ke flight besok dan tempatkan saya di seat yang seharusnya (seat depan adalah prioritas untuk penyandang disabilitas dan penumpang dengan bayi yang butuh bassinet),” katanya.

Tanggapan Garuda Indonesia
Pihak Garuda Indonesia mengatakan penerbangan yang dikeluhkan adalah penerbangan pada Senin (9/5). Garuda Indonesia melakukan evaluasi usai kasus itu disampaikan. Mereka akan melakukan corrective action dapat dilakukan guna mencegah hal seperti ini terulang kembali.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf sebesar besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang pada penerbangan tersebut. Hal ini tentunya menjadi catatan dan masukan penting bagi kami untuk terus mengoptimalkan kualitas layanan penerbangan bagi pelanggan setia kami,” kata pihak Garuda Indonesia melalui rilis resmi yang diterima wartawan.

Garuda Indonesia menjelaskan bahwa penumpang tersebut terbang menggunakan penerbangan GA 189 rute Kualanmu-Jakarta dengan kursi prioritas. Namun, karena ada perubahan penerbangan, maka penumpang tersebut harus berpindah pesawat.

“Penumpang tersebut harus melanjutkan perjalanan dengan penerbangan GA 121 rute Kualanamu – Jakarta sehingga terdapat penyesuaian nomor kursi penerbangan berdasarkan ketersediaan kursi pada penerbangan tersebut,” ucapnya.

Seperti yang disampaikan oleh akun twitter @sashymymahal, penerbangan dipindah ke penerbangan Selasa (10/5) dengan penerbangan GA 121. Penumpang itu akan duduk di kursi prioritas.

“Kami juga akan terus berkomunikasi dengan penumpang tersebut dan memastikan kebutuhan service recovery yang diperlukan untuk kami penuhi,” ujarnya.

Garuda Indonesia mengatakan memahami kebutuhan atas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali bagi para penumpang penyandang disabilitas.

“Komitmen tersebut yang akan terus senantiasa kami kedepankan dalam layanan penerbangan Garuda Indonesia, khususnya melalui berbagai upaya untuk memberikan kemudahan aksesibilitas layanan penerbangan,” katanya. (det/alfian)