Pasar Lama Tangerang Bukan Hanya Soal Sejarah Cina Benteng

Jam : 07:24 | oleh -202 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Melansir laman resmi disbudpar.tangerangkota.go.id, Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu warisan budaya kota yang tidak pernah mati. Tidak mengherankan, jika banyak orang yang berdatangan ke sini. Bahkan, orang dari luar kota pun penasaran dengan tempat yang selalu ramai ini. Para pengunjung yang datang ke Pasar Lama Tangerang memiliki tujuan beragam, mulai dari ingin berwisata kuliner sampai kunjungan wisata sejarah. 

Pasar Lama Tangerang yang memiliki beragam keistimewaan terletak di Jalan Kisamaun Nomor 32, Sukasari, Tangerang, Banten. Keistimewaan yang terpancar dari Pasar Lama Tangerang, membuat semua khalayak berbondong-bondong datang ke sini. Lantas, apa saja keistimewaan yang ditawarkan dari Pasar Lama Tangerang?

Pasar Lama Tangerang sebagai pusat kuliner kota Tangerang

Sejak 2012, Pasar Lama Tangerang sudah mulai ditata menjadi kawasan kuliner yang diberi nama Kawasan Kuliner Pasar Lama. Meski aktivitas kuliner sudah ada sejak lama, tetapi sejak pemerintah baru meresmikan Pasar Lama menjadi lebih ramai dikunjungi. Biasanya, Pasar Lama lebih ramai ketika malam hari.

Pasar Lama Tangerang juga selalu ramai ketika bulan puasa atau menjelang Imlek karena ada beragam takjil musiman dan makanan khas Cina.  Selain itu, ada juga hidangan legendaris yang hanya ada di sana, seperti nasi uduk Encim Sukaria, laksa Benteng, bubur kepiting Hokie, bubur ayam Ko Iyo, sate ayam H. Ishak, asinan Liu Lan Jin,  es podeng Varia,dan masih banyak lagi. 

Mengutip laman dispar.bantenprov.go.id, pemerintah Tangerang beberapa kali menyelenggarakan acara promosi wisata kuliner Pasar Lama. Salah satu acaranya bernama Pasar Lama Culinary Night.

Pasar Lama Tangerang sebagai asal usul Cina Benteng

Banyak orang yang mengenal Pasar Lama Tangerang karena kulinernya yang berlimpah. Padahal, tempat ini memiliki segudang kisah bersejarah, bahkan sejak awal berdirinya. Awalnya, pasar ini merupakan perdagangan tertua di Tangerang dan sebagai cagar budaya. Sebab, kawasan ini sangat lekat dengan akulturasi budaya. 

Saat berbicara ejarah kota Tangerang, tentu tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan Cina Benteng yang bermula dari pelayaran Laksamana Cheng Ho (penjelajah asal Cina). Mengutip buku  Laksamana Cheng Ho dan Asia Tenggara, pada 1407, Cheng Ho mendarat di Teluk Naga yang sekarang merupakan bagian kota Tangerang. Inilah yang menjadi asal usul kehadiran Cina Benteng di Tangerang. Kelompok ini pun semakin menyebar dan mendirikan beberapa perkampungan di kawasan sekitar Tangerang, termasuk di Pasar Lama. Selain itu, mereka pun berakulturasi dengan budaya setempat, yaitu Sunda, Betawi, dan Eropa.

Pasar Lama Tangerang memiliki banyak peninggalan bersejarah

Pasar Lama Tangerang juga memiliki peninggalan bersejarah dari kaum Cina Benteng, seperti Vihara Boen Tek Bio dan Museum Peranakan Benteng Heritage. 

Vihara Boen Tek Bio merupakan kuil tertua di Tangerang yang berdiri selama tiga abad. Kelenteng ini berdiri sebagai tempat persembahyangan orang Tionghoa dan menjadi simbol awal perdagangan di Pasar Lama.Sementara itu, Museum Peranakan Benteng Heritage merupakan salah satu bangunan tertua di Tangerang yang menjadi asal usul pusat kota Tangerang (dahulu bernama Kota Benteng). Selain itu, museum ini juga sebagai tempat perdagangan orang Tionghoa di Tangerang.

Selain kelenteng dan tempat bersejarah Tionghoa, Pasar Lama Tangerang juga memiliki masjid yang menjadi simbol kerukunan dan persatuan antara umat muslima dan kaum Cina Benteng. (tem.c/Ade)